7 Macam Ujian Hidup yang Wajib Diketahui
0 komentar Senin, 02 Februari 2015Bagi hamba Allah Swt yang beriman, hidup adalah ujian. Selama hidup, selama
itulah kita diuji Allah Swt.
الذى خلق الموت
والحيوة ليبلوكم ايكم احسن عملأ وهو العزيز الغفور.
“Yang menciptakan mati dan hidup,
untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha
Perkasa, Maha Pengampun.” (QS Al-Mulk [67]: 2).
Minimal ada tujuh ujian hidup yang wajib kita ketahui. Insya Allah, Allah Swt
luruskan dari ujian-ujian-Nya, sehingga meraih gelar shobirin dan mujahidin.
ولنبلونكم حتى نعلم المجهدين منكم
والصبرين ونبلوااخباركم.
“Dan sungguh, Kami benar-benar
akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar
berjihad dan bersabar di antara kamu, dan akan Kami uji perihal kamu.” (QS Muhammad
[47]: 31).
Pertama, ujian berupa perintah Allah, seperti Nabi Ibrahim diperintahkan Allah
Swt menyembelih putra tercintanya bernama Ismail.
Kedua, ujian larangan Allah Swt, seperti larangan berzina, korupsi, membunuh,
merampok, mencuri, sogok-menyogok, dan segala kemaksiatan serta kezaliman.
Ketiga, ujian berupa musibah.
ولنبلونكم بشيئ من
الخوف والجوع ونقص من الاموال والانفس والثمرات وبشر الصبرين.
“Dan Kami pasti akan menguji kamu
dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.” (QS Al-Baqarah
[2]: 155).
Keempat, ujian nikmat, sebagaimana Allah Swt jelaskan dalam surat Al-Kahfi ayat
7.
اناجعلناماعلى الارض زينة لها لنبلوكم
ايهم احسن عملا.
“Sesungguhnya Kami telah
menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami uji
mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.”
Kelima, ujian dari orang zalim buat kita, baik kafirun (orang yang tidak
beragama Islam), musyrikun (menyekutukan Allah Swt), munafiqun, jahilun
(bodoh), fasiqun (menentang syariat Allah), maupu hasidun (dengki, iri hati).
Keenam, ujian keluarga, suami, istri, dan anak. Keluarga yang kita cintai bisa
menjadi musuh kita karena kedurhakaanya kepada Allah Swt.
Ketujuh, ujian lingkungan, tetangga, pergaulan, tempat dan suasana kerja,
termasuk sistem pemerintahan/negara.
Subhanallah, Allah Swt amat sayang kepada kita. Allah Swt tunjukkan cara
menjawab ujian itu semua.
واستعينوا بالصبر
والصلوة وانها لكبيرة الا على الخشعين.
“Dan minta pertolonganlah kamu
dengan kesabaran dan dengan shalat, dan sesungguhnya shalat sungguh berat,
kecuali bagi orang-orang yang khusuk tunduk jiwanya.” (QS Al-Baqarah
[2]: 45).
Semoga kita dijadikan Allah Swt, hamba-Nya yang lulus dari ujian. Aamiin.
Ujian Hidup
Dalam menghadapi
kehidupan di dunia ini, manusia selalu berhadapan dengan dua keadaan silih
berganti. Suatu saat merasakan suka, saat lain merasakan duka. Pada saat
bahagia, terkadang manusia menjadi lupa. Sebaliknya, saat duka mendera,
seringkali manusia berkeluh kesah.
Bagi hamba Allah SWT yang beriman, hidup adalah ujian. Selama hidup, selama
itulah kita diuji Allah SWT. ''Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji
kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha
Pengampun.'' (QS Al-Mulk [67]: 2).
Minimal ada tujuh ujian hidup yang wajib kita ketahui. Insya Allah, Allah SWT
luruskan dari ujian-ujian-Nya, sehingga meraih gelar shobirin dan mujahidin. ''Dan
sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui
orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu, dan akan
Kami uji perihal kamu.'' (QS Muhammad [47]: 31).
Pertama, ujian berupa perintah Allah, seperti Nabi Ibrahim diperintahkan Allah
SWT menyembelih putra tercintanya bernama Ismail.
Kedua, ujian
larangan Allah SWT, seperti larangan berzina, korupsi, membunuh, merampok,
mencuri, sogok-menyogok, dan segala kemaksiatan serta kezaliman.
Ketiga, ujian berupa musibah. ''Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.'' (QS Al-Baqarah
[2]: 155).
Keempat, ujian nikmat, sebagaimana Allah SWT jelaskan dalam surat
Al-Kahfi ayat 7. ''Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi
sebagai perhiasan baginya, untuk Kami uji mereka, siapakah di antaranya yang
terbaik perbuatannya.''
Kelima, ujian dari orang zalim buat kita, baik kafirun (orang yang tidak
beragama Islam), musyrikun (menyekutukan Allah SWT), munafiqun, jahilun
(bodoh), fasiqun (menentang syariat Allah), maupu hasidun (dengki, iri hati).
Keenam, ujian keluarga, suami, istri, dan anak. Keluarga yang kita cintai bisa
menjadi musuh kita karena kedurhakaanya kepada Allah SWT. Ketujuh, ujian
lingkungan, tetangga, pergaulan, tempat dan suasana kerja, termasuk sistem
pemerintahan/negara.
Subhanallah, Allah SWT amat sayang kepada kita. Allah SWT tunjukkan cara menjawab
ujian itu semua. ''Dan minta pertolonganlah kamu dengan kesabaran dan dengan
shalat, dan sesungguhnya shalat sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang
khusuk tunduk jiwanya.'' (QS Al-Baqarah [2]: 48). Semoga kita dijadikan Allah
SWT, hamba-Nya yang lulus dari ujian. Amin ya mujibas sailin.
Langganan:
Postingan (Atom)